BIGUANID

Empat kategori agen antidiabetes oral yang sekarang tersedia adalah: sulfonylurea biguanide, thiazolidinedione, dan glukosidase inhibitor. Sulfonylurea dan biguanid merupakan obat yang tersedia paling lama dan merupakan pilihan pengobatan tradisional awal untuk diabetes tipe 2. Thiazolidinedione, ditemukan sejak awal 1980-an adalah agen yang sangat efektif untuk mengurangi resistensi insulin. Alpha-glukosidase inhibitor memiliki efek antidiabetes yang relatif lemah dan digunakan sebagai terapi tambahan pada orang yang tidak bisa mencapai tujuan glisemik dengan obat lainnya. Sedangkan obat golongan biguanid dapat menghambat penyerapan gula di usus. Obat golongan ini meliputi: fenformin, metformin (Gluciphage®, Benoformin®), dan acarbose (Glukobay® 50 dan 100) merupakan obat baru yang efektif menghambat penyerapan gula di usus (Price, 1995).

Obat-obat dari kedua golongan tersebut (sulfonylurea dan biguanid) dapat digunakan sendiri-sendiri atau dikombinasi, tetapi setiap macam obat dari golongan yang sama tidak boleh digunakan secara bersamaan (Price, 1995). Hal ini karena biguanid berbeda dengan golongan sulfonylurea yang tidak merangsang sekresi insulin. Contoh Obat-obat golongan biguanid :

Buformin

Khasiat 5x lebih dari Metformin, sifatnya banyak kesamaan dengan metformin, t ½ + 3 jam, dieksresi utuh melalui ginjal. Boformin tidak lagi dipakia karena memiliki resiko tinggi menyebabkan asidosis laktat (hiperlaktatemia). Asidosis laktat adalah kondisi yang disebabkan oleh tingkat laktat yang terlalu tinggi dalam aliran darah dan jaringan, sehingga tubuh tidak mampu menguraikannya.

Fenformin

Khasiat 20 x lebih dari metformin tetapi lebih toksik ; resorpsi perlahan & tidak lengkap, di hati mengalami Biotransformasi, dieksresi melalui ginjal. Fenformin juga tidak lagi digunakan.

Metformin

Termasuk antihiperglikemi oral untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Metformin dapat digunakan sendiri maupun kombinasi dengan sulfonilurea. Metformin terutama bekerja dengan jalan mengurangi pengeluaran glukosa hati dengan cara menghambat glukoneogenesis (Harvey dkk.,2001).

Metformin (generic, Glucophage, Glucophage XR)

Oral: 500, 850, 1000 mg tablets; extended-release (XR): 500 mg tablets; 500 mg/5 mL solution.

Mekanisme kerja golongan biguanid secara umum meliputi :

  1. Stimulasi glikolisis secara langsung dalam jaringan dengan peningkatan eliminasi glukosa dari darah
  2. Penurunan glukoneogenesis hati
  3. Peningkatan perubahan glukosa menjadi laktat oleh enterosit,
  4. Penurunan kadar glukagon plasma, dan
  5. Meningkatkan pengikatan insulin pada reseptor (Karam, 1997).

Metabolisme dan sekresi

Metformin memiliki paruh 1,5-3 jam, tidak terikat pada protein plasma, tidak dimetabolisme dan diekskresikan oleh ginjal sebagai senyawa aktif. Sebagai akibat dari blokade terhadap glukoneogenesis metformin, obat tersebut dapat mengganggu metabolisme asam laktat hati.

Penggunaan klinis

Biguanid paling sering diresepkan untuk pasien yang hiperglikemia disebabkan sindrom resistensi insulin. Terapi metformin menurunkan risiko macrovascular serta penyakit mikrovaskuler, ini berbeda dengan terapi lain, yang hanya diubah morbiditas mikrovaskuler. Biguanide juga ditunjukkan untuk digunakan dalam kombinasi dengan insulin atau thiazolidinedione penderita diabetes tipe 2. Metformin berguna dalam pencegahan diabetes tipe 2 yaitu terjadinya infeksi baru diabetes tipe 2 pada paruh baya, penderita obesitas dengan gangguan toleransi glukosa dan puasa hiperglikemia.

Dosis metformin adalah dari 500 mg sampai 2,55 g maksimum sehari, dengan dosis efektif terendah yang disarankan. pengobatan dimulai dengan tablet 500 mg tunggal diberikan bersamaan dengan sarapan untuk beberapa hari. Jika hiperglikemia tetap ada maka tablet dengan dosis 500 mg kedua dapat ditambahkan dengan makan malam. Jika kenaikan dosis lebih lanjut setelah 1 minggu, sebuah tablet dengan dosis 500mg dapat ditambahkan saat makan siang, atau tablet dengan dosis 850 mg dapat diresepkan dua kali sehari atau tiga kali sehari tergantung dari maksimum dosis yang disarankan. Dosis diberikan secara bertahap karena menelan lebih dari 1000 mg pada satu waktu dapat menimbulkan efek samping gastrointestinal yang signifikan.

Toksisitas

Efek toksik yang paling umum dari metformin adalah pada  gastrointestinal (anoreksia, mual, muntah, ketidaknyamanan perut, dan diare) yang terjadi hingga 20% dari pasien. Metformin harus dihentikan pada 3-5%  pasien akibat diare persisten. Penyerapan vitamin B12 juga dapat berkurang selama terapi metformin jangka panjang, sehingga butuh tambahan injeksi vitamin B12 jika mengkonsumsi obat ini dalam jangka panjang.

Biguanide memiliki kontraindikasi pada pasien dengan penyakit ginjal, alkoholisme, penyakit hati, atau kondisi predisposisi untuk anoxia jaringan (misalnya, disfungsi cardiopulmonary kronis) karena peningkatan risiko asidosis laktat yang disebabkan oleh obat biguanide pada penyakit ini.

Perhatian kuhusus termasuk konseling

-         Informasikan tentang resiko yang potensial terjadi dan keuntungan metformin. Juga tentang pentingnya pengaturan diet, olahraga, dan uji glukosa darah,hemoglobin glikosilat, fungsi renal dan parameter hematologic secara rutin.

-         Informasikan resiko laktat asidosis, gejalanya, dan kondisi yang memicunya. Hentiakan pengobatan jika terjadi hiperventilasi, mialgia, malaise, dan gejala tak spesifik lain.

-         Informasikan bahwa metformin lepas lambat harus langsung ditelan, dan tidak boleh digerus atau dikunyah.

Monitoring

-         Sebelum terapi dan 1 tahun setelah terapi, amati fungsi ginjal. Pada pasien yang mengembangakan disfungsi ginjal harus diantisipasi. Hentikan pengobatan jika terbukti ada kerusakan ginjal.

-         Uji serum elektrolit serum dan keton, glukosa darah, laktat, piruat dan level metformin jika ada bukti ketoasidosis atau laktat asidosis.

-         Monitor terhadap respon terapi dengan pengukuran kadar glukosa darah sesaat dan level hemoglobin glikosilat.

-         Monitor secara periodik terhadap parameter hematologic seperti hemoglobin/hematokrit, sel darah merah, dan fungsi ginjal (serum kreatinin) pada 2 tahun pertama.

Nama Paten dan nama dagang bentuk sediaaan:

-         Glucophage, tablet 500 mg, tablet forte 850 mg (merck)

-         Gluimin, tablet 500 mg, tablet forte 850 mg (dexa medica)

-         Diabex, tablet 500 mg, tablet forte 850 mg (combiphar)

Daftar pustaka

Anonim. 2006. Obat-Obat Penting Untuk Pelayanan Kefarmasian edisi revisi. Fakultas Farmasi UGM.Yogyakarta.

Anonim. 2010. Phenformin. diakses dari http://www.drugbank.ca

Price, A. S dan Wilson, M. L. 1995. Patofisiologi Konsep Klinik Proses-proses Penyakit Edisi IV. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.